KEGIATAN PESANTREN RAMADHAN DI PONDOK PESANTREN AL-AHQAAF
1443 H /2022 M
Pandemi covid-19 yang melanda seluruh Negara menyebabkan banyak dampak yang tidak hanya kepada kehidupan kesehatan masyarakat, namun untuk segala lini kehidupan seperti, ekonomi, pendidikan dan berbagai aktifitas kegiatan manuasia. Betapa beratnya beban masyarakat khususnya para pedagang yang semestinya berusaha setiap hari dalam memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Adanya pembatasan kegiatan untuk beraktifitas bagi masyarakat drastis membuat penghasilan para pedagang dan pengusaha menurun hingga mencapai 75 %, bahkan banyak pengusaha yang harus gulung tikar. Alhasil dampak adanya kebijakan pemerintah dalam hal pembatasan ruang gerak dan aktifitas masyarakat membuat hampir semua lini kehidupan terganggu.
Salah satu dampak sosial akibat covid-19 yang cukup berefek adalah aktifitas dunia pendidikan. Hampir semua lembaga pendidikan memberikan tidakan prepentif dengan aturan yang sangat ketat, mulai penerapan standarisasi kesehatan berupa cuci tangan, pemakaian masker dan menjaga jarak, bahkan karena kekhawatiran yang sangat tinggi mewajibkan pengelola pendidikan memberlakukan pendidikan secara on line.
Adanya sebuah kebijakan pendidikan secara online mungkin sebuah kebijakan yang baik dalam proses memangkas penyebaran virus covid-19, namun untuk memenuhi pendidikan secara online mungkin tidak menjadi masalah bagi anak-anak yang mampu secara finansial namun bagi anak-anak yang tidak mampu menjadi sebiah momok masalah baru dalam kehidupan, sebab untuk dapat belajar secara on line memerlukan sebuah perangkat hand phone yang mendukung, pulsa data dan jaringan internet yang kesemuanya itu memerlukan biaya yang cukup mahal. Sementara untuk orang tua sebagai penanggungjawab dalam mencukupi keperluan keluarga harus memutar otak untuk mencari peluang usaha dalam memenuhi keperluan pendidikan.
Hampir tiga tahun masa pandemi Covid-19 melanda bangsa kita, carut-marut dunia pendidikan sangat besar dampaknya. Banyak siswa yang tidak mendapatkan pelayanan pendidikan secara maksimal, mereka harus bisa mandiri belajar dirumah hanya dengan bantuan pengawasan orang tua. Otomatis dimasa pandemic dan dengan kebijakan sekolah secara on line orang tua mengalami sebuah masalah baru mereka banyak mengeluhkan kondisi pendidikan sang anak sebab menjadi orang tua sekaligus menjadi guru bagi anak-anaknya memerlukan waktu luang dan pengetahuan akan disiplin ilmu yang anak mereka hadapi saat ini.
Kemajuan teknologi komunikasi yang diwakili sebuah alat yang bernama hand phone, memang sangat menunjang sekali bagi yang mampu memanfaatkan dengan bijak hampir semua aktifitas manusia saat ini bisa didapat melalui hand phone mulai dari hiburan, kamera, rekaman, musik, berita, usaha dan lain sebagainya mampu digantikan hand phone.
Sudah bisa dipastikan bahwa adanya sebuah kebijakan pendidikan yang dilakukan secara online tentunya ditujukan untuk memberi kemudahan bagi siswa-siswi sekolah dan dengan maksud agar tidak tertular penyebaran virus covid-19. Namun karena penggunaan hand phone tidak terkontrol baik dari pihak guru maupun dari pihak orang tua siswa mengakibatkan penggunaan hand phone menjadi tidak maksimal. Berbagai bentuk tugas dan materi belajar yang diberikan kepada siswa diselesaikan pula dengan cara online . Artinya pada saat guru memberikan tugas secara online si murid mencari jawaban secara online pula tanpa harus menyimak mana jawaban yang benar atau yang sesuai.
Lemahnya kualitas pendidikan dimasa pandemi membawa dampak yang cukup signifikan bagi siswa siswi khususnya siswa yang aktif belajar ditahun 2019 sampai 2021, tentunya untuk mengembalikan semangat dan memperbaiki teknis pendidikan perlu kiat-kiat dan trik-trik yang mampu menstimulasi semangat anak didik untuk bisa terlepas ketergantungan dengan gatged/game online.
Diawal tahun 2022 aktif angin segar dalam dunia pendidikan, hampir semua lembaga pendidikan kini sudah memulai aktifitas pendidikan secara offline alias tatap muka dan pemerintah sudah membolehkan mengisi kegiatan-kegiatan berupa kegiatan ibadah sholat di mushola-mushola dan masjid secara berjamaah meski sebelumnya ada himbauan melakukan pembatasan aktifitas.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Kotawaringin Timur tepatnya di Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang Pondok Pesantren Al-Ahqaaf menggagas kegiatan pesantren ramadhan 1443 H / 2022 M, latar belakang penggasan kegiatan ini pada dasarnya dikarenakan mirisnya perasaan ustadz/ustazdjah pondok pesantren Al-Ahqaaf Mentaya Estetika Sampit melihat selama pendidikan online dilaksanakan banyak anak-anak yang juga bagian dari santriwan-santriwati sudah kegandrungan dengan dumay/game online yang sepertinya sudah tidak ada batasan watu lagi.
Tak peduli waktu dan tempat bahkan lupa dengan pelajaran di Pondok Pesantren hal ini diperkuat pula oleh pernyataan salah seorang guru pendidikan agama islam SDN 3 Baamang Hulu dan Kepala Sekolah SMPN Satap 2 Baamang Hulu. Beliau menyatakan dengan masalahnya masing-masing terutama untuk anak Sekolah Dasar beliau Ibu Sutiah, Spd mengatakan “bahwa selama masa pandemic covid-19 khusus anak-anak SD menurut beliau banyak yang tidak bisa sholat wajib artinya hal ini disebabkan mereka tidak bisa baca tulis al-qur’an dan tentunya untuk bisa menghafal surah-surah pendek tentu saja tidak mungkin”. Lain lagi dengan pernyataan Kepala Sekolah SMPN Satap 2 Baamang Hulu (ibu Tini Puji Rahayu, S.Pd) beliau menyatakan beberapa bulan yang lalu setelah diadakan razia hand phone keruangan kelas ditemukan salah seorang anak didik menyimpan video porno yang mestinya layak sensor. Beliau menyatakan hal ini karena lemahnya pendidikan agama selama ini baik itu disekolah maupun dilingkungan keluarga, artinya beliau menekankan bahwa adanya perilaku-perilaku negative yang menyimpang dalam tatanan budaya dan kehidupan social disebabkan minimnya pendidikan agama khususnya dilingkuangan keluarga si anak sebab waktu pendidikan yang diberikan disekolah tidak lama namun aktifitas si anak tentunya lebih banyak dilingkungan keluarga”.
Namun demikian dua praktisi pendidikan yang ada di kelurahan Tanah Mas ini tidak menampik bahwa faktor-faktor utama yang menyebabkan kenapa hal ini terjadi dikarenakan adanya media-media social seperti Whatsapp, youtube dan game-game online yang sulit untuk dibatasi penggunaannya. Serapan kata-kata sapaan, serupa anjai, anjir, anjing, jancuk dan bacot sudah bukan hal tabu lagi sudah dianggap keren dan modern dalam dunia pergaulan mereka.
Atas dasar hal tersebut pengurus Pondok Pesantren Al-Ahqaaf sepakat bahwa dalam momen ramadhan 1443 H/ 2022 M, adalah momen tepat untuk menjaring aktifitas anak-anak SDN 3 Baamang Hulu dan SMPN Satap 2 Baamang kearah yang lebih positif berupa aktifitas pesanter ramadhan, dan kebetulan juga siswa yang belajar di SDN 3 Baamang Hulu maupun SMPN Satap 2 Baamang sebagian besar merupakan santriwan-santriwati pondok pesantren Al-ahqaaf. Arahan utama saat itu kegiatan pesantren ramadhan di fokuskan di Pondok Pesantren Al-Ahqaaf yang beralamat di Jalan Tanah Mas Gang Durian RT 02 RW 01 Kelurahan Tanah Mas.
Dua minggu sebelum ramadhan 1443 H tiba, kami selaku pengurus pun menawarkan kegitan tersebut kepada lembaga pendidikan formal yakni SDN 3 Bamang Hulu, SMPN Satap 2 Baamang Hulu dan TPA Nurul Hidayah yang beralamat di Jalan Tanah Mas RT 03/04 RW 01 Kelurahan Tanah Mas sebab sebagian besar santriwan-santriwati TPA Nurul Hidayah juga sekolah di sekolah formal yang sama.
Syukur alhamdullilah usulan kegiatan kami disambut dengan baik oleh ketiga lembaga pendidikan yang ada di kelurahan Tanah Mas. Adapun program yang kami tawarkan kepada tiga lembaga ini meliputi kegiatan:
1. Pendidikan Baca Tulis Al-Qur’an usia anak 7 tahun sampai usia 12 Tahun (SD kelas 1 s/d Kelas 6)
2. Praktik Sholat Fardu
3. Hafalan Surah-Surah Pendek
4. Buka Bersama
5. Sholat Magrib, Isya, Tarawih, Witir dan Tadarus Al-Qur’an
Kegiatan pesantren ramadhan 1443 H / 2022 M ini dilaksanakan mulai tanggal 3 April 2022 sampai dengan tanggal 27 April 2022 berjalan dengan baik dan sesuai harapan namun demikian masih ada saja sedikit kendala diantaranya ada beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti kegiatan dikarenakan ada beberapa hal diantaranya jarak rumah ke pondok pesantren yang dianggap masih jauh dan tidak mendapatkan ijin orang tua. Padahal jauh sebelumnya kegiatan ini terselenggara baik pihak sekolah Formal maupun Panitia Penyelenggara sudah memberikan kelonggaran bahwa kegiatan pesantren ramadhan 1443 H /2022 M bisa saja mengikuti di mushola/masjid terdekat dimana mereka tinggal.
Diakhir kegiatan panitia penyelenggara memutuskan bahwa demi meberikan motivasi kepada peserta pesantren ramadhan saat ini akan meberikan hadiah dan piagam penghargaan kepada peserta. Dan diakhir kegiatan panitia menyampaikan bahwa sebagai bentuk kegian perdana tentu tak akan sempurna dan perlu sebuah evaluasi serta pendekatan-pendekatan kepada tokoh agama yang ada di Kelurahan Tanah Mas.



LEBIH BANYAK LAGI
BalasHapus