Jumat, 10 Juni 2016

Pendidikan Berbasis Sosial

Pondok Pesantren Di Kotawaringin Timur 
Belum Tersentuh Dinas Sosial.




    Dalam kesempatan kegiatan pembinaan Pengembangan Kewirausahaan pada Pondok Pesantren Dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur, yang digelar pada tanggal 04 Juni 2016 lalu belum cukup memberikan angin segar bagi para peserta. Pasalnya uraian materi nara sumber dari dinas sosial belum berpihak pada kondisi yang saat ini dirasakan oleh pengasuh dan pengelola Pondok Pesantren di Kabupaten Kotim namun secara gelobal permaslahan yang ditangani dinas sosial adalah masalah yang tengah dan sedang terjadi di dalam kehidupan pengelolaan Pondok Pesantren.

di akhir paparan  materi yang disampaikan oleh Bapak Sugiarto tentang kewirausahaan pada saat itu ada senggang waktu diberikan kepada audien untuk menanyakan tentang materi yang telah disampaikan.
Sebagai salah satu Pondok Pesantren di Kotim Pondok Pesantren Al-Ahqaaf Sampit melalui perwakilanya tidak menyia-nyiakan kesempatan dan waktu yang ditawarkan oleh moderator.
Pada kesempatan ini Perwakilan Pondok Pesantren Al-Ahqaaf Sampit menanyakan sejauh mana kegiatan yang bisa dibantu oleh dianas Sosial Kotim khususnya dibidang keterampilan. Khusus untuk Pondok Pesantren Al-Ahqaaf dalam beberapa bulan yang lalu telah melaksanakan sebuah kegiatan Pelatihan Kecakapan Hidup (life skill) dibidang Desain Grafis meliputi pembelajaran dasar Program Corel Draw dan Program Photo Shop yang mana sumber dana kegiatan tersebut berasal dari bantuan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah. Untuk saat ini kegiatan tersebut telah berakhir dan berdasarkan "Tema" yang terpampang jelas dispanduk  dengan tulisan "Pembinaan Pengembangan Kewirausahaan" , artinya dalam forum kegiatan ini pondok pesantren bisa dianggap sudah punya kegiatan usaha. Untuk kesempatan tersebut perwakilan dari Pondok Pesanntren Al-Ahqaaf menayakan  pula bisakah Pondok Pesantren dibantu oleh dinas Sosial dalam rangka menindak lanjuti kegiatan pelatihan Desain Grafis yang telah berakhir sehingga bisa secara berkelanjutan (continue) dan lebih mantap serta lebih berkembang lagi tidak hanya tingkat dasar akan tetapi sampai ketingkatan mahir atau bisa disebut bisa dijadikan usaha mandiri bagi santri   ? Dan bukankah kita ketahui bersama bahwa pendidikan yang ada di Pondok Pesantren semuanya bersifat sosial bahkan bila ditanyakan berapa penghasilan atau gaji  Ustadz dan Ustadzahnya tentu jauh dari kelayakan.
 
Pertanyaan ini dijawab oleh Bapak Sugiarto dari dinas sosial, bahwa apa-apa yang tanyakan oleh perwakilan Pondok Pesantren Al-Ahqaaf benar adanya hanya saja untuk kerjasama ke Pondok Pesantren kami belum pernah, kami hanya pernah bekerja sama dengan Panti Asuhan, Karang Taruna dan BLK . Selain itu beliau juga beralasan bahwa Pondok Pesantren bukan ranah kerja Dinas Sosial. Akan tetapi pada kesempatan itu beliau berjanji akan menayakanya lebih lanjut tentang bagaimana nantinya hubungan dinas sosial dengan pondok pesantren. Beliau cukup menyadari bahwa apa yang menjadi jawaban beliau tersebut belum dapat memberikan kepuasan akan tetapi apa mau dikata memang selama ini belum ada petunjuk teknis dan kerja sama antara dinas sosial dan kementerian agama  dalam hal ini.
 

Rabu, 08 Juni 2016

Kemandirian Pondok Pesantren Kotim Perlu Perhatian dan Dukungan



PEMBINAAN PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN
PADA PONDOK PESANTREN
DILINGKUNGAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA
KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR TAHUN 2016

Pada hari sabtu, tanggal 04 Juni 2016 yang lalu Kementerian Agama Kabupaten Kotim mengadakan kegiatan Pembinaan Pengembangan Kewirausahaan Pada Pondok Pesantren se Kabupaten Kotim. 
Dalam undangan kegiatan tersebut dihadiri 17 Pondok Pesantren yakni : Ponpes Darul Amin, Ponpes Darul Aitam, Ponpes Zainul Amin, Ponpes Nurul Yaqin, Ponpes Al-Marhamah, Ponpes Raudah Salafiyah, Ponpes Al-Ahqaaf, Ponpes Darul Ma'rifah, Ponpes Nurul'Ain, Ponpes Al-Fajar, Ponpes Nurul Hijrah, Ponpes TQ Darul Iman, Ponpes Baitul Yaqin, Ponpes Nurul Qomariyah, Ponpes Libasuttaqwa, Ponpes Ashlinatul Amin, dan Ponpes Sabilal Muhtadin. Ketua Panitia Kegiatan Bapak H.Ilmi Hafif, A.Ma mengatakan bahwa " kegiatan ini sengaja di gelar karena memang merupakan agenda kegiatan rutin tahunan Kementerian Agama Kotim hususnya Pekapontren yang saat ini masih beliau jabat".

 
Mengawali  kegiatan tersebut acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kenterian Agama  H Samsudin, S.PdI, dengan gaya dan ciri khas beliau memberikan wejangan sembari di barengi dengan lelucon atau candaan berbahasa banjar membuat seluruh peserta pembinaan pengembangan kewirausahaan saat itu terpingkal-pingkal sampai-sampai megeluarka air mata. Dalam kesemaptan itu beliau menyatakan keperihatinan beliau tentang kondisi dan keberadaan hampir semua pondok pesantren yang ada dikotim baik di tinjau dari sarana dan prasarana penunjang pendidikan di Pondok Pesantren secara umum sampai dengan kesejahteraan para Kyai, Ustadz dan Ustadzahnya belum memadai. Meski demikian Bapak H Samsudin S.PdI juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir bahwa kita patut bersyukur karena Pemerintah meskipun belum maksimal memberikan perhatian kepada Pondok-Pondok Pesantren namun sudah banyak perubahan dan ada beberapa program-program pemerintah yang cukup mengurangi beban dari pondok pesantren seperti Dana Bantuan Santri Miskin (BSM) atau yang saat ini Program Indonesia Pintar (PIP), Insentif kepada beberapa orang Ustadz dan Ustadzah ditiap-tiapPondok Pesantren, Bantuan Operasional Pendidikan Penyelenggara Program Kesetaraan A, B dan C atau yang lebih akrab dikenal Program Paket A, B dan C, Progam Kecakapan Hidup (Life Skill) berupa pelatihan menjahit, desain grafis dan kegiatan lainnya. Pada kesempatan itu pula beliau menghimbau dan meminta kepada seluruh pengurus Pondok Pesantren agar kiranya memberikan laporan yang akurat kepada Kementerian Agama mengenai baik data-data pengurus, santri, fasilitas dan apa saja yang tertuang dalam Program Emis (Education Management Infomation System) yang telah diberikan Kementerian Agama Pusat melalui Kementerian Agama Kotim meskipun tidak semua pondok pesantren memiliki tenaga administrasi yang mampu mengoperasikan komputer sebab menurut beliau  saat ini pemerintah pusat tidak akan sembarangan memberikan bantuan baik kepada pondok-pondok pesntren ataupun lembag -lembaga sejenis lainnya bilamana  data yang  dilaporkan tidak jelas dan akurat. Dengan sistem pelaporan data yang secara on line saat ini pemerintah tanpa perantaraan langsung akan menggelotorkan bantuan baik berupa bantuan pembangunan fasilitas, tunjangan kepada ustadz, ustazah, santri dan program-program lainnya dan beliau pula menekankan tanpa ada data yang akurat jangan harap pemerintah pusat akan memberi bantuan. Harapan beliau kepada seluruh pengurus Pondok Pesantren marilah kita dukung program pemerintah sebab mekanisme administrasi itu memang demikian adanya harus tepat sasaran, akurat dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarnya.
Diakhir  pembukaan acara pembinaan pengembangan kewirausahaan Kepala Kantor Kementerian Agama kotim, Bapak H Samsudin, S.PdI menawarkan sebuah program bantuan kepada seluruh peserta berupa Program penanaman pohon jenis Sengon, Gaharu dan Galam yang mana bibitnya dapat diminta melalui Permohonan berbentuk Proposal dengan melampiran Foto Copy Surat Tanah/SKT/Sertifikat Hak Milik yang bisa langsung dialamatkan ke Kantor Kementerian Agama Kotim. Program ini merupakan program Badan Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah dan pernah dicoba oleh salah satu Pondok Pesantren dalam hal ini tanaman yang pernah diusahakan budidayanya adalah "Pohon Sengon" dengan jangka waktu kurang lebih 6 (enam) tahun, jarak tanam +/- 1 meter lebih dan pada saat mau dijual ditetapkan dengan harga jual perpokok pohon Rp.900.000,-.
Sungguh luar biasa bilmana ini bisa dilakukan oleh setiap pondok pesantren di Kotawaringin Timur, tentunya kesejahteraan para pengurus  pondok pesantren  dapat terjamin dan jika saja dimulai saat ini maka untuk masa waktu 6-7 tahun yang akan datang pengurus  dan pengelola pondok tidak bingung-bingung memikirkan  biaya operasional pendidikan di pondok pesantren.

Kamis, 02 Juni 2016

Bantuan Sosial RSUD Dr Murjani Sampit

SUNATAN MASAL
 
Lima tahun yang lalu santri Pondok Pesantren Al-Ahqaaf mendapakan kesempatan sunatan masal yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Dr Murjani Sampit.
Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya kita kembali mendapatakan kesempatan yang sama.
Amin...








Rabu, 01 Juni 2016

Mari buat artikel tentang puasa tahun ini...

Assalamu'alaikum Wr Wb

   Dalam rangka menyambut bulan suci ramdhan 14 37 H, Pondok Pesantren Al-Ahqaaf dan PKBM Mentaya Estetika Sampit bermaksud mengajak kepada seluruh kawan - kawan yang mempunyai bakat tulis menulis untuk mengapresiasikan pengetahuannya tentang puasa, tentang agama, fiqih dan kegiatan-kegiatan sosial lainya dalam bentuk artikel... anekdot atau apa saja yang penting positif.
Kami persilahkan kirimkan ke Blog kami.
Mungkin boleh juga kepada kawan-kawan sekalian membuat sebuah pertanyaan seputar bulan puasa, Pondok Pesantren Al-Ahqaaf siap menampung pertanyaan selagi bisa dijawab secara fiqih dan berdasarkan Al-QUR'AN dan HADIST.
Baik kami tunggu partisipasinya.

Wassalamu'alaikum Wr Wb