Model pembelajaran dalam dunia pendidikan akan terus berkembang. Hal
tersebut disesuaikan dengan kebutuhan tenaga pengajar dan peserta didik.
Kemarin (20/10), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
meluncurkan model pembelajaran online paket C secara nasional yang ditandai dengan video conference di
sepuluh provinsi di Indonesia. Dalam acara telekonferensi tersebut,
enam pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) siap menjadi percontohan
di DKI sebagai PKBM yang akan menerapkan pembelajaran online paket C pada 2016.
Kepala Bidang Pendidikan Ana Usia Dini, Nonformal, dan Informal
(PAUDNI) Dinas Pendidikan DKI Sri Rahayu Asih Subekti menyatakan,
melalui pembelajaran online tersebut, anak-anak bisa belajar
dimana dan kapan saja. Tentu, itu sesuai dengan perjanjian yang telah
disepakati. Sri mengatakan dengan pembelajaran online anak-anak
dapat menghemat biaya perjalanan sekaligus dapat membantu orang tuanya.
Namun, tetap dalam seminggu tiga kali harus belajar secara tatap muka
.
Ke depan, model pembelajaran tersebut, akan
disosialisasikan ke PKBM di seluruh DKI. Menurut dia, sosialisasi
berlangsung sampai Desember. Selain itu, para PKBM mungkin menerapkan
pada tahun pelajaran baru.
Sementara itu, Laurentia Maria Sihombing, penilik PAUDNI Jakarta
Pusat, mengungkapkan, untuk DKI, momen tersebut sangat baik sebab sarana
dan fasilitas mencukupi dan anak-anal rata-rata punya handphone sihngga
mereka bisa mengakses dimana saja. Sebab, IPTEK berkembang terus jadi
e-learning seperti itu sangat cocok dan membuat anak menjadi semnagat
dalam belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar